7 Fakta Unik seputar Kebudayaan Suku Nias

Olshopsorg Reply 00.00
7 Fakta Unik seputar Kebudayaan Suku Nias
Nias merupakan pulau terbesar diantara deretan pulau-pulau kecil di sebelah Barat Pulau Sumatera. Kebudayaan Nias merupakan kebudayaan yang telahir secara mandiri tanpa ada pengaruh Islam dan Kristen seperti halnya kebudayaan lain di Indonesia. Berikut ini adalah fakta unik seputar kebudayaan Nias :

1. Bangunan Megalitikum
Bangunan Megalitikum
[lihat.co.id] - Bentuk bangunan yang ada di kebudayaan ini lebih dekat pada hasil kebudayaan Megalitikum. Hal ini dapat dilihat dari tumpukan bebatuan besar yang dijadikan bangunan atau sembahan masyarakat adat Nias. Kebudayaan unik lainnya pun terlihat dari kebiasaan orang Nias untuk mengurbankan Kerbau sebagai persembahan kepada para leluhur.

2. Pengaruh Kristen dan Islam
Pengaruh Kristen dan Islam
[lihat.co.id] - Kebudayaan ini mulai berubah pada tahun 1830 dan berkembang setelah kehadiran para misionari dari Jerman di tahun 1865. Adapun pengaruh Islam masuk ketika orang-orang Nias melakukan perdagangan dengan orang Aceh dan Melayu pada tahun 1966.

3. Ono Niha
Ono Niha
[lihat.co.id] - Ono Niha adalah sebutan bagi masyarakat Nias yang berarti ‘anak manusia’. Orang-orang ini dianggap memiliki warna kulit yang lebih kuning dibandingkan dengan masyarakat Indonesia pada umumnya.

4. Tidak Kenal Konsonan di Akhir Kata
Tidak Kenal Konsonan di Akhir Kata
[lihat.co.id] - Masyarakat Nias menggunakan bahasa rumpun Melayu-Polinesia dengan karakter vokalisasi yang tidak mengenal huruf konsonan di akhir kata. Téllo adalah logat bahasa yang digunakan orang Nias di bagian Barat, Timur, dan Utara. Sementara itu, masyarakat Nias di bagian Tengah, Selatan, dan kepulaun Batu menggunakan logat lain.

5. Benteng Pertahanan U
Benteng Pertahanan U
[lihat.co.id] - Banua-banua atau desa-desa yang terletak di kepulauan Nias ini kebanyakn sulit untuk didatangi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pertahanan musuh pada zaman dulu. Keunikan dari bentuk desa di Nias adalah berbentuk U dengan posisi paling ujung merupakan rumah dari Kepala Negri (Tuhénori) atau kepala desa (Salawa) dan di depannya merupakan lapangan. Sedangkan di sebelah kanan dan kiri adalah rumah penduduk.

6. Omo
Omo
[lihat.co.id] - Omo adalah sebutan untuk rumah bagi orang Nias. Ada dua macam bentuk rumah orang Nias, Omo Hada (rumah adat) dan Omo Pasisir Rumah biasa yang telah terpengaruh oleh budaya luar.  Omo Hada merupakan rumah kediaman para Tuhénori, Sawala, dan para bangsawan. Bentuknya yang sangat megah terbuat dari kayu dengan lantai beralasakan daun rumbia.

Ada dua macam bentuk untuk rumah adat berbentuk bulat dan persegi panjang dengan penompang tiang yang besar dan tinggi menjadikan rumah panggung yang megah. Di pelataran rumah adat terdapat bangunan-bangunan megalitikum seperti tugu batu yang disebut Saita Gari untuk sebutan orang Nias dibagian Selatan, Béhu di Tenggara, dan Gowé Zalava di Utara,Timur, dan Barat.

7. Daro-daro dan Pesta Besar
Daro-daro dan Pesta Besar
[lihat.co.id] - Selain itu ada juga tempat duduk yang terbuat dari batu dengan sebutan daro-daro atau haréfa. Pada zaman dahulu, bangunan-bangunan tersebut didirikan oleh oleh pemilik rumah sebagai tanda bahwa mereka telah mengadakan pesta adat yang sangat besar.

Related Posts

Seni dan Budaya 1263551326125077225

Posting Komentar

Search

Google+ Followers

Arsip Blog

Berita Terpopuler