5 Suku Negara di Dunia yang Hanya Boleh Dipimpin oleh Wanita

Olshopsorg Reply 00.00
5 Suku Negara di Dunia yang Hanya Boleh Dipimpin oleh Wanita
Saat kita melihat seorang pria menggendong bayi, mengganti popok atau berbagi jam merawat anak pasti terlihat sangat manis. Ini bukanlah hal yang biasa terjadi. 

Tidak semua pria mau ikut membantu dalam mengasuh hal yang sangat wanita ini. Apalagi secara kodrat wanita adalah ibu dan pria adalah ayah. Para pria harus menafkahi pengeluaran keluarga dan memastikan keluarganya berkecukupan.

Uniknya di beberapa negara malah ada suku yang kewajiban kepala keluarganya dipegang oleh wanita. Selain sebagai pemimpin, ada juga suku yang membebaskan wanita untuk berganti pasangan. Bahkan ada juga suku yang tidak menerima gen pria menjadi bagian dari suku mereka.

Penasaran dimana saja para wanita ini berkuasa? Ini dia lima negara yang suku di dalamnya menjadikan wanita adalah sosok yang berkuasa di atas segalanya berikut 5 Suku Negara di Dunia yang Hanya Boleh Dipimpin oleh Wanita  seperti dilansir dari  vemale:

1. Suku Musuo, China
Suku Musuo, China
[lihat.co.id] - Suku yang terletak di sekitar Danau Lugu, Cina ini merupakan suku yang memiliki tradisi unik akan kehidupan antara pria dan wanita. Suku ini juga disebut sebagai kerajaan wanita karena para pria tidak memiliki hak atas kekayaan dan juga sistem pemerintahan di sana. Para wanita tangguh di suku Musuo bahkan bebas memilih pria untuk tidur bersama.

Suku yang menganut budaya matriarchal terbesar saat ini juga tidak mengenal istilah menikah. Para wanita bebas memilih siapapun pria yang ia mau untuk menjadi pasangannya, dan bisa berganti kapanpun ia mau. 

Tidak ada istilah ayah ataupun suami di sana, semua anak dianggap sama. Budaya suku ini juga dijaga oleh pemerintahan sebagai daya tarik wisatawan. Wah semoga budaya bebas suku ini tidak membuat para wanita suku musuo dilecehkan ya ladies!

2. Suku Aka, Afrika Tengah 
Suku Aka, Afrika Tengah
[lihat.co.id] - Para ayah suku yang terletak di Republik Kongo Afrika Tengah ini juga disebut sebagai ayah terbaik di dunia. Hal ini ternyata karena para ayah di suku ini menghabiskan waktu mereka untuk bermain dan memastikan tumbuh kembang anak mereka. Wow, betap sabar dan cekatan para para ayah ini ya ladies!

Ibu-ibu suku Aka akan pergi bekerja sedangkan para ayah memasak makanan untuk keluarga. Bahkan ketika sang ibu tidak ada di dekat sang anak, lelaki suku Aka akan memberikan puting dada mereka kepada anaknya. Mereka melakukannya untuk memberikan sensasi menyususi sementara sambil menunggu istri mereka datang.

3. Alapine, Alabama
Alapine, Alabama
[lihat.co.id] - Untuk yang satu ini cukup ekstrem nih ladies! Mereka bahkan menolak kromosom pria atau gen keturunan laki-laki. Berawal di St Augustine, Florida dan mendapatkan sebutan perkumpulan lesbian. Karena mereka menikmati hidup dengan damai dan indah tanpa peran para pria.

Kini sisa perkumpulan ini masih bisa ditemukan di Alabama, yang disebut Alapine Village. Di sana sekitar 13 wanita hidup berdampingan dan memiliki tradisi unik untuk mereka nikmati dan tetap pertahankan.

4. Suku Sworn Virgins, Albania 
Suku Sworn Virgins, Albania
[lihat.co.id] - Salah satu suku yang menganut budaya matriarchal ini memiliki peraturan yang berbeda dengan suku Musuo di Cina. Suku Sworn Virgin memiliki cara yang berbeda dalam memilih kepala keluarga. Bila dalam suatu keluarga tidak ada anak laki-laki maka anak perempuan yang akan menjadi kepala keluarga.

Para wanita kepala keluarga ini akan disumpah untuk menjadi lelaki dan tidak boleh menikah. Mereka memotong rambut dan memakai pakaian para pria, bahkan mereka harus melatih nada berat suara agar tampak seperti lelaki. Wah, cukup memaksa juga ya ladies!

5. Meghalaya, India 
Meghalaya, India
[lihat.co.id] - Suku Khasi di Meghalaya adalah suku yang menempatkan perempuan sebagai pusat masyarakatnya. Jika Anda berkunjung ke sana dan mampir ke rumah sakit bersalin maka Anda akan melihat perbedaan kelahiran bayi perempuan dan bayi laki-laki.

Jika yang lahir adalah bayi laki-laki, Anda akan mendengar keluarga itu berkata seperti: “Oh, oke, tak apalah”. Tapi jika yang lahir anak perempuan maka ada sukacita dan tepuk tangan.’

Menurut tradisi Khasi, putri bungsu mewarisi semua harta leluhurnya. Ketika menikah para pria di sana diharapkan untuk pindah ke rumah istri mereka setelah menikah. Anak-anak juga harus menggunakan nama keluarga ibunya.

Jika ada keluarga yang tidak memiliki anak perempuan maka mereka harus segera mengadopsi anak perempuan. Hal ini dikarenakan mereka tidak bisa meninggalkan warisan untuk anak-anak lelaki mereka.

Related Posts

Seni dan Budaya 4371016797692805549

Posting Komentar

Search

Google+ Followers

Berita Terpopuler

Arsip Blog