loading...

10 Jenis Binatang Pengurai Bangkai

Olshopsorg 2 09.00
10 Jenis Binatang Pengurai Bangkai
Cepat atau lambat kematian akan dialami oleh mahluk hidup di muka bumi. Beberapa penyebab kematian di antaranya penyakit, kelaparan, pertarungan bahkan secara misterius. Dan ketika bagi sebagian orang kematian menyedihkan, namun bagi sebagian mahluk lainnya adalah hal yang menyenangkan. 

Hewan pengurai bangkai misalnya, mereka sangat bergantung hidupnya terhadap kematian mahluk baik manusia maupun hewan. Meskipun terasa kejam, namun mereka bertugas penting dalam menjaga rantai makanan. Berikut 10 Jenis Binatang Pengurai Bangkai:

1. Belatung
Belatung
Belatung merupakan mahluk hidup yang hampir tidak bisa dipungkiri lagi keberadaannya. Tanpa belatung mungkin mayat-mayat mahluk hidup berserakan baik di atas maupun di dalam tanah. Mahluk kecil ini hidup dengan memakan bangkai atau mayat mahluk hidup dan sangat lahap. Mungkin ia tidak terlihat rakus, namun ia memakai jaringan tubuh yang mati perlahan-lahan hingga hanya menyisakan belulang saja.

Metode memakan dan mencerna makanannya pun sangat unik terlebih mereka tidak memiliki rahang dan tenggorokan. Dengan bantuan enzim mereka bisa menghisap jaringan tubuh bangkai atau mayat, bahkan belatung mampu bernafas meski berada jauh di dalam tubuh bangkai. Karena belatung memiliki alat pernafasan yang letaknya berada di anus, sementara kepalanya berada di dalam daging bangkai.

2. Cacing Tulang
Cacing Tulang
Mahluk invertebrata, Osedax worms atau cacing tulang merupakan hewan pengurai yang unik. Invertebrata yang satu ini bekerja menguraikan setelah para karnivora menghabiskan daging bangkai. Osedax worm merupakan hewan pengurai yang senang sekali apabila mendapatkan tulang belulang. Para ilmuwan menyebut cacing yang satu ini sebagai cacing zombie, mahluk invertebrata ini bahkan lebih menyerupai tanaman daripada cacing. 

Osedax worm hidup, makan dan berkembang biak di atas tulang belulang yang ada di dasar laut. Bahkan cacing zombie dengan bantuan bakteri mendapatkan makanan dari tulang yang merupakan tempat tinggalnya.

3. Hagfish
Hagfish
Di lautan bangkai merupakan makanan yang menjadi rebutan bagi para penghuni laut. Mulai dari hiu, paus, kepiting, cacing hingga binatang mikroskopik lainnya sangat senang apabila mendapatkan bangkai. Salah satu pengurai bangkai di lautan adalah hagfish, mahluk invertebrata yang hidup jauh di kedalaman laut.

Seperti belatung, hagfish tidak memiliki rahang meski memiliki gigi untuk menggigit dan mengunyah makanannya. Uniknya lagi, kulit hagfish mampu menyerap nutrisi. Sehingga ketika mulutnya bekerja, kulit sepanjang tubuhnya pun menyerap nutrisi bangkai yang dihuninya. Hagfish banyak sekali ditemukan pada bangkai-bangkai paus.

4. Tungau Kumbang Carrion
Tungau Kumbang Carrion
Spesies tungau merupakan salah satu hewan yang melakukan simbiosis, salah satunya dengan menggunakan kumbang carrion sebagai kendaraan untuk berjalan-jalan di atas satu bangkai ke bangkai lain. meskipun bangkai yang ia sukai adalah telur atau larva dari lalat. Bahkan tungau ini dengan lahat menikmati belatung-belatung yang mati.

5. Burung King Vulture
Burung King Vulture
Burung yang dijuluki King Vulture (Raja Heriang), Sarcoramphus papa, merupakan burung heriang yang paling besar bahkan paling berwarna di antara jenis lainnya. Bayangkan saja tubuhnya lebih besar dari seekor Andean Condor sekalipun. 

King Vulture berbeda dengan burung lainnya, ia adalah penyendiri (soliter). Meski demikian ia mencari makanan dengan cara mengikuti burung vulture lainnya yang sedang berburu bangkai. King Vulture memiliki paruh yang kuat, sehingga mampu merobek daging bangkai yang dilapisi kulit tebal sekalipun.

6. Burung Marabou Stork
Burung Marabou Stork
Burung marabou stork merupakan predator yang tinggal di kawasan perairan (sungai, rawa dan lautan), burung yang satu ini memakan ikan-ikan kecil dan katak. Pemilik nama latin Leptoptilos crumeniferus, juga ternyata dikenal sebagai hewan pengurai bangkai. 

Tidak jauh beda dengan king vulture, marabou stork pun hobi menyantai bangkai hewan lainnya. Paruhnya yang kuat dibarengi kepalanya yang plontos membuatnya lincah ketika sedang menikmati bangkai kesukaannya.

7. Hyna Bergaris
Hyna Bergaris
Kebanyakan jenis hyena adalah pemangsa hewan hidup atau merampok mangsa yang ditangkap pemangsa lainnya. Namun hyena bergaris yang satu ini lebih buas lagi tidak hanya merebut, bahkan bangkai yang telah berhari-hari terbengkalai pun mereka gasak habis. 

Mereka bahkan saling memangsa sesama hyena, bukan hanya kulit dan daging, tulangnya pun dilumah habis, sehingga tak heran jika fesesnya berwarna putih.

8. Lebah Vulture
Lebah Vulture
Julukannya diambil dari nama burung pengurai bangkai terbesar, Burung Vulture. Trigona atau lebah pemakan bangkai ini, merupakan jenis lebah yang unik. Tidak menyengat, dan membesarkan larva-larvanya di atas bangkai ataupun daging yang membusuk. 

Trigona yang satu ini mengunyah dan memuntahkan makanannya berupa cairan seperti lebah pembuat madu pada umumnya. Lebah vulture bahkan memenuhi sarang mereka dengan daging-daging busuk.

9. Nicrophoridae
Nicrophoridae
Nicrophoridae merupakan bagian dari kumbang carrion yang gemar menjelajahi bangkai-bangkai hewan. Kumbang dengan warna khas halloween, kuning-hitam, bahkan melakukan perkawinannya di atas bangkai. 

Hewan pengurai bangkai ini biasanya ditemukan sedang melahap bangkai burung ataupun hewan pengerat. Bahkan sang betona dengan konsisten mengumpulkan daging bangkai untuk diberikan kepada larvanya.

10. Kumbang Dermestid
Kumbang Dermestid
Kumbang yang satu ini tidak memakai daging bangkai, justru memakan dengan lahap bagian terkeras dari bangkai, seperti rambut, tulang dan kulit. 

Baik kumbang dewasa dan larva dermestid terkadang di temukan di dalam rumah, di balik karpet, pakaian dan perlengkapan rumah tangga. Bahkan kumbang yang satu ini adalah salah satu musuh para petugas museum purbakala, karena mampu melahap tulang-tulang yang menjadi koleksi museum.

Related Posts

Binatang 6319752091551101097

2 komentar

Posting Komentar

Search

Google+ Followers


Berita Terpopuler

Arsip Blog